nudevista rajwap borwap.pro javlibrary.pro sfico.info xxxvideo freeindianporn.mobi javpussy.net freejavporn.mobi onlyindianporn.net 2beeg.mobi daftsex xlxx.pro x vedios javidol.org
Notes

Andri Yadi: “RIoT Bukan Huru-Hara”

Guest Note: Andri Yadi
Bukan, “RIoT” itu bukan “huru-hara”. Kami tidak berencana membuat huru-hara dan menganggu kedamaian di bumi pertiwi Indonesia, apalagi masih seputar peringatan ulang tahun hari kemerdekaannya yang ke-72 ini. Dirgahayu Indonesia!
Oh, kalau membicarakan “merdeka”, begitu banyak arti merdeka. Carilah di saat-saat 17an begini, pasti ditemukan banyak orang yang membahas itu, dengan versi mereka masing-masing. Sah-sah saja. Tapi bagaimana menuju kemerdekaan itu – sebuah keadaan yang bebas atau lepas dari belenggu, berdiri sendiri, tidak terikat – itu lebih penting.
Bagi dunia teknologi di Indonesia, kemerdekaan sepenuhnya tampaknya sulit dicapai, setidaknya saat ini. Tren, pengetahuan, bahan mentah, infrastruktur pendukung, memang kebanyakan berawal atau berasal dari luar negeri. Kemerdekaan seutuhnya berarti tidak adanya ketergantungan lagi dengan luar negeri, dan menurut saya, itu pemikiran yang dangkal dan sama sekali tidak berguna. Saya berpendapat, kemerdekaan teknologi adalah kemerdekaan untuk berpikir, berkreasi, membuat dan menghasilkan produk dan solusi, yang berbasiskan teknologi, dan tentunya kemerdekaan menggunakannya. Lagipula, siapa yang bisa membelenggu pemikiran?
Kembali ke RIoT. RIoT atau Republic of IoT memang “huru-hara” untuk meramaikan ekosistem Internet of Things (IoT) di tanah air. Acapkali memang negeri ini perlu “huru-hara” – konotatif bahkan denotatif – untuk membuat sesuatu menjadi lebih terdengar. Perihal IoT masih begitu belia di Indonesia, perlu upaya untuk menumbuhkembangkannya, jangankan sampai mengeksploitasinya. Semoga RIoT menjadi salah satu upaya itu.
Tapi mengapa IoT? Sebegitu pentingnya kah buzzword itu bagi negara kita? IoT sesungguhnya barang lama yang dibungkus balutan baju baru, well…setidaknya tidak ada yang benar-benar baru di dalamnya. Sejatinya, IoT adalah konvergensi dari beberapa teknologi penyusun yang sebelumnya seakan-akan berkembang pada ranahnya masing-masing: embedded system, sensors dan actuators, firmware, apps, konektifitas dan jaringan, cloud computing, machine learning, bahkan artificial intelligence, yang sebagian atau semuanya saling bekerjasama untuk meng-enable layanan atau aplikasi baru yang lebih pintar dan yang lebih pentingnya, lebih bermanfaat bagi manusia. Ternyata, penyelesaian masalah berbasis teknologi, acapkali tidak cukup hanya berbantuan software atau apps, melainkan perlu bantuan perangkat keras nan “pintar” dan didukung dengan segerombolan teknologi penyerta di atas, jadilah IoT. Indonesia punya banyak masalah, dan perlu solusi-solusi komprehensif berbasis teknologi. Mungkin IoT adalah salah satu enabler technology-nya.
Ya, IoT hanyalah enabler technology, bukan solusinya itu sendiri. Makanya, diperlukan upaya manusia untuk menilik masalah dan ide-ide cerdas untuk “meretas” solusi yang “cadas”, yang mungkin bisa di-enable dengan IoT. RIoT berobjektif untuk memfasilitasi pemunculan ide-ide tersebut, dan mengejawantahkannya menjadi produk yang nyata, setidaknya sampai tahap prototype.
Rangkaian acara RIoT berwujud 3 hari seminar dan 2 hari hackathon ini, sesungguhnya untuk mengedukasi dan memfasilitasi putra-putri negeri akan penciptakan produk dan solusi berbasiskan IoT. Seminar akan diisi oleh representatif pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan penggiat komunitas seputar IoT, yang diharapkan dapat mentransfer pemikiran, pengetahuan, dan best practices kepada peserta, dan juga mudah-mudahan mampu menggelitik pemikiran akan ide-ide baru nan cerdas. Pengejewantahan ide menjadi prototype produk akan difasilitasi melalui 2 hari hackathon. Harapan terdalam dari kami sebagai penyelenggara, prototype tersebut akan tetap dikembangkan dan di-nurture oleh hacktheles pasca hackathon sehingga benar-benar menjadi produk yang berdampak signifikan dan positif bagi Indonesia dan dunia.

Asal Muasal

Semua hal di dunia fana punya asal muasal. Ide untuk menyelenggarakan RIoT bermuasal dari “obrolan warung kopi” antara saya dan Dato Lai, seorang petinggi MyIoTC – sebuah konsorsium perusahaan-perusahaan teknologi seputar IoT di Malaysia – di sebuah acara di Bandung yang juga masih tentang IoT. Harus diakui, negara tetangga kita ini memang lebih dulu memulai hal-hal terkait IoT – terutama hardware/elektronika – dan sudah punya ekosistem yang lebih matang. Tapi Indonesia juga punya potensi yang sama, menurut Dato Lai. Dan kita sependapat akan perlunya meng-kickstart IoT di Indonesia, salah satunya melalui hackathon. Lahirlah ide pelaksanaan hackathon di Bandung.
Sejujurnya saya hampir lupa dengan ide tersebut, mungkin karena bergelimang pekerjaan dan tenggelam dalam kesibukan “ngoprek”. Sampai akhirnya diingatkan kembali oleh seorang kolega dari Malaysia – Choo Sui Hong – yang kebetulan adalah petinggi Cytron Technologies, perusahaan yang kebetulan juga founding member dari MyIoTC. Dari situ mulailah inisiasi ide dan diskusi-diskusi menuju ke perumusan RIoT. Akhirnya disepakati RIoT akan dilaksanakan di Bandung, diorganisir oleh dua komunitas IoT dari Indonesia dan Malaysia, adalah Makestro dan MyIoTC.
Lalu mengapa namanya Republic of IoT? Bukankah hanya Indonesia yang berbentuk Republik, dan Malaysia adalah Federasi, bukan Republik. Kata “Republik” dalam Republic of IoT tidak ada hubungannya dengan bentuk negara dari asal komunitas penyelenggaranya, tapi bukan berarti tanpa makna. Dari hasil diskusi tim Makestro, mengingat masih muda belianya IoT di tanah air bahkan regional, kami berpendapat bahwa IoT perlu didemokratisasi supaya bisa accessible oleh semua kalangan. Kata “democratize” dalam Bahasa Inggris berarti “make (something) accessible to everyone”, persis itulah yang ada di kepala kami. Walaupun tidak selalu, tapi konstitusi demokrasi erat kaitannya dengan bentuk negara Republik. Jadilah Republic of IoT. Tapi mohon jangan dipermasalahkan karena kita tidak sedang berbicara isu politik yang kadang sensitif. Sisanya, nama itu hanyalah permainan kata, karena akuilah nama itu lumayan catchy 🙂

Dukungan

Saya kerap ingin menangis bahagia ketika melihat dukungan yang berdatangan. Perlu saya tegaskan kembali, bahwa RIoT adalah acara komunitas, bukan acara principal atau pemerintah. Seyogyanya, acara komunitas memerlukan dukungan dan sponsorship dari berbagai pihak.
Dukungan awal berasal dari dua perusahaan IoT Indonesia dan Malaysia, yang memang memotori Makestro dan MyIoTC. Merekalah DycodeX dan Cytron. Kemudian bermunculan dukungan dari relasi teman-teman di MyIoTC, dan datanglah MDEC, SilTerra, Autodesk, Intel, dan a.til.ze.
Dukungan dalam negeri kemudian berdatangan pula. Mulailah kolaborasi dengan Kementrian Indonesia KOMINFO, yang dalam prosesnya mendatangkan banyak sekali dukungan dari dalam negeri, salah satunya GE Indonesia. KOMINFO sempat mengorganisir sebuah Forum Group Discussion IoT yang mendatangkan perwakilan institusi pemerintah, perwakilan asosiasi, pemain industri, akademisi, dan praktisi, dalam upaya memperkenalkan inisiatif RIoT ini, sekaligus mengawali diskusi tentang IoT dalam lingkup nasional.
Dukungan dalam negeri lainnya datang dari teman-teman di Microsoft Indonesia juga berbaik hati mendukung RIoT melalui tim Microsoft Azure-nya.
Di waktu-waktu terakhir, kami luar biasa bersyukur mendapat dukungan dari Telkom Indonesia, melalui Indigo-nya. Bagaimana tidak, tanpa dukungan Telkom, agak berat rasanya untuk bisa melaksanakan RIoT di venue yang bergengsi, luas, dan serba lengkap seperti di Bandung Digital Valley.
Ternyata belum selesai, dukungan terakhir berasal dari pembuat chip microcontroller ESP32, chip yang menjadi otak dari development board official untuk RIoT hackathon. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Espressif System. Silahkan dibaca siaran pers mereka untuk mendukung RIoT di sini. ESP32 sendiri masih terbilang produk baru, dan RIoT adalah acara hackathon pertama di Indonesia, dan mungkin di Asia Tenggara, yang mem-feature ESP32 sebagai microcontroller untuk official hardware-nya.
Tidak lupa pula dukungan yang tiada tara dari komunitas-komunitas, baik dalam lingkup lokal kota maupun nasional, perusahaan-perusahaan, universitas-universitas, yang berperan proaktif dan suportif dari sejak inisiasi, Road To RIoT, sampai hari H. Dan tentunya ke”huru-hara”an ini tidak mungkin bisa tersuarakan tanpa bantuan media partner.
Terima kasih.

daftar lengkap pendukung RIoT

Rangkaian acara RIoT dimulai secara resmi hari ini, 23 Agustus 2017. Selamat berkonferensi dan ber-hackathon, teman-teman maker!
—-
Kami persembahkan Republic of IoT bagi Indonesia, Malaysia, dan dunia!
Vero Blandine

Author Vero Blandine

More posts by Vero Blandine

Leave a Reply